Tubuh, Pikiran dan Ekspresi Wajah

Tubuh dan Pikiran

Suatu pengetahuan yang dapat diterima semua orang bahwa ada ikatan kuat antara tubuh dan pikiran. Bisa dibayangkan jika seseorang tidak makan selama beberapa hari, diluar kemampuan tubuhnya, sehingga menyebabkan tubuhnya lemah dan tidak berdaya. Tentu akan mempengaruhi fungsi otak yang berakibat pada emosi yang biasa disebut: Kelelahan, lekas marah dan depresi. Begitu juga ketika seseorang kekurangan gizi dari gizi normal yang dibutuhkan tubuh. Jadi agar otak dapat dapat mengirimkan perintah-perintah dengan baik dan efisien, maka tubuh harus mendapatkan gizi yang diperlukan. Apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita mempengaruhi pikiran kita. Begitu juga sebaliknya, pikiran kita akan mempengaruhi kondisi tubuh kita.

Tentu saja, ada hubungan antara tubuh dan pikiran kita.

Kegelisahan, putus asa, merasa bersalah, merasa tidak puas, ketidakpercayaan, cenderung merusak kekuatan hidup dan mengundang suatu penyakit dalam tubuh. Sedangkan kepuasan hati, perasaan gembira akan menyehatkan tubuh dan menguatkan jiwa.

Ekspresi Wajah

Jika Tubuh sehat, pikiran sehat, maka ekspresi wajah anda akan mengeluarkan emosi positif. Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu atau reaksi terhadap seseorang atau kejadian (Wikipedia).

Dalam buku The Ekspression of the emotions in Man and Animals, karya Charles Darwin, menyebutkan bahwa emosi memiliki arti penting dalam kelangsungan hidup manusia, sebab emosi berkaitan dengan relasi sosial atau komunikasi.

Biasanya ekspresi wajah seseorang dapat dipahami secara universal, sebagai contoh, ketika seseorang marah, maka reaksi yang terlihat adalah wajahnya biasanya memerah, nafas yang tidak beraturan, kadang disertai mata melotot dan gerakan tubuh lainnya. Tubuh biasanya menunjukkan reaksi yang sama dengan ekspresi wajah.

Bagaimana dengan emosi seseorang ketika merasakan cinta?

Dalam buku berjudul ‘Ingat, Ekspresi Wajah Wanita Cermin Isi Hatinya’, menjelaskan bahwa emosi berkaitan erat dengan perubahan fisiologis dan pikiran. Jadi emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia karena emosi dapat menjadi motivator perilaku dalam arti meningkatkan tapi dapat juga menggangu perilaku intensional seseorang. Emosi adalah faktor penggerak hidup. Setiap tindakan seseorang secara sadar atau tidak sadar dipengaruhi oleh emosi tertentu. Emosi tentunya ada yang berdampak positif dan berdampak negative. Contohnya emosi bahagia berdampak positif. Emosi marah biasanya berdampak negatif namun pada kasus tertentu bisa berdampak positif.

Cinta merupakan sebuah perasaan yang ingin membagi atau sebuah perasaan kasih sayang terhadap seseorang. Ketika seorang wanita tertarik kepada seorang pria, maka ekspresi wajahnya akan menunjukkan perubahan yang sesuai dengan suasana hatinya. Dia akan selalu merasa bergairah dan wajahnya akan terlihat bersemangat.

Setuju kan? 🙂

Bagi seorang pria, menebak isi hati wanita tidaklah mudah.

Saya menyadari sebagai wanita, kadang ingin selalu dimengerti padahal sebagai wanita, kadang saya tidak bisa menjelaskan apa yang saya maksud. Ini yang membuat sering kali terjadi perbedaan pendapat dengan lawan jenis/pasangan tentunya,

Sebagai contoh ketika saya bertanya kepada suami tentang penampilan saya pada saat saya pergi ke suatu pesta.

Papi, apakah saya cantik dengan baju ini?

Sudah pasti jawaban suami saya, cantik.

Jika ekspresi wajah suami menurut saya tidak meyakinkan, maka saya akan mengganti baju saya yang lain, sampai saya merasa puas dengan ekspresi wajah suami. Atau pertanyaan ini akan saya ulang beberapa kali sampai saya merasa yakin dengan jawaban suami saya dengan ekspresi wajahnya.

Pasti dalam hati suami, kok nggak percaya ya saya bilang cantik. Apa lebih suka saya bilang jelek? Hahahaha

Begitulah wanita bukan? Ingin selalu dimengerti..eaaaaa

Dalam kehidupan sosial, kita banyak melihat ekspresi wajah orang lain, dan kita akan bereaksi spontan atas ekspresi wajah seseorang. Melalui ekspresi wajah, kita juga dapat membaca atau mengetahui karakter dan kepribadian seseorang.

Adanya kaitan antara tubuh dan pikiran sangat kuat. Bila salah satu terganggu akan mempengaruhi yang lain.

Kondisi Tubuh dan pikiran, mempengaruhi ekspresi wajah, dan hal itu akan memperlihatkan karakter dan kepribadian seseorang.

~ Seseorang dapat merubah penampilannya dalam waktu sekejab, namun karakter harus dibangun seumur hidup ~