Ramang Ramang dalam Kenangan

Kenangan tidak akan membawaku kemana-mana, karena kenangan itu yang akan membawaku kembali kesana.

Kemanapun kita melakukan perjalanan wisata, tentunya kita harus menikmatinya sehingga dapat membuat kita menemukan sesuatu yang baru dalam diri dan memberikan energi baru.

Hingga pada satu waktu, saya dapat menikmati keindahan salah satu destinasi wisata di kota Makassar yaitu Ramang Ramang.

Dari kota Makassar menggunakan kendaraan pribadi milik salah satu rekan yang tinggal di Makassar, Mas Bagus Sudibyo, kami berkesempatan menikmati wisata Ramang Ramang bersama beberapa adik-adik dari SMK Widya Nusantara, Maros dan sahabat dari Margomulyo Youth Movement yaitu Winwin Faizah yang merupakan pemenang dari Lomba Foto Bercerita yang diadakan oleh IWITA (Indonesia Women IT Awareness) tahun 2017 lalu.

Pesona Ramang Ramang dalam gugusan Gunung Kapur

Setibanya di lokasi, dimana pintu masuknya adalah dermaga kecil, kami menyewa beberapa perahu kayu. Perahu kayu itulah yang mengantarkan kami menyusuri Sungai.

Pecinta alam pasti sangat menikmati perjalanan ini. Sepanjang sungai kita akan melihat pemandangan gunung kapur, pepohonan, batu-batu besar yang kokoh, tambak serta ada juga warung kecil yang menjual minuman, makanan ringan dan menyewakan topi cantik yang terbuat dari rotan untuk digunakan selama di lokasi.

Kami sempatkan mampir di salah satu warung yaitu warung dermaga dua untuk menyewa topi dan bercengkrama dengan Ibu pemilik warung. Kemudian melanjutkan perjalanan lagi menuju lokasi lain yaitu Kampung Berua.

TIba di Kampung Berua, kita akan meninggalkan perahu kayu sementara waktu untuk berjalan kaki masuk ke dalam Kampung tersebut. Lumayan jauh loh kalau mau mengelilingi seluruh pelosok. Namun tidak akan terasa karena pemandangan yang terpampang menakjubkan.

Ditengah perjalaan, beberapa kali berpapasan dengan beberapa wisatawan lain baik lokal maupun wisatawan asing. Mereka terlihat sangat menikmati, walaupun cuaca pada saat itu panas sekali, Akhirnya kami beristirahat di salah satu warung dan menikmati pisang goreng sambal. Tadinya saya ragu mencoba karena tidak terbiasa di lidah saya. Ternyata, enak banget loh….

Setelah puas kami melanjutkan perjalan kembali ke dermaga, tapi sebelumnya ada satu lokasi lagi yang harus kami hampiri. Tidak kalah cantik. Namanya Taman Batu Kampung Laku. Kami puas berfoto ria disana.

Tidak terasa langit sudah memperlihatkan pesona senjanya dan kami harus kembali. Ramang ramang dalam kenangan, menikmati perahu yang bergerak lincah dan pesona alamnya, Ramang Ramang dalam kenangan, suatu saat akan membawaku kembali.