PEKA

Perjalanan berkeliling Indonesia, adalah perjalanan untuk bertemu dan mengenal lebih jauh suatu budaya dan memahami perbedaan-perbedaan yang ada. Buat saya adalah anugerah.

Bukan hal yang tidak biasa jika saya ditugaskan keluar kota, hampir setiap tahun saya pasti berkunjung ke beberapa daerah di Indonesia. Tahun 2017 spesial buat saya, karena berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan penduduk di wilayah Timur Indonesia. Selain melakukan kegiatan advokasi, saya juga berkesempatan berinteraksi dengan penduduk setempat khususnya penduduk di lokasi wisata dan penduduk desa dimana kami bisa menemukan perempuan pelaku usaha (UKM) dan industri rumahan. Tidak hanya menikmati pemandangan atau potensi alamnya namun juga mendapatkan informasi tentang cara pandang mereka tentang berjuang dalam kehidupannya (bekerja, bermasyarakat dan membangun keluarga).

Di Jaman modern saat ini, banyak sekali paket wisata yang ditawarkan suatu daerah, dengan infrastruktur jalan serta fasilitas umum lainnya yang memadai maka tidak akan sulit suatu daerah akan berkembang. Banyak kita ketahui beberapa daerah menggelar festival budaya dimana informasi serta promosi tentang acara tersebut dengan mudah kita dapatkan di internet.

Lalu apa yang menarik dari perjalanan ini buat saya?

Apakah hanya melihat pemandangan indah? berinteraksi dengan penduduk yang ramah? atau hanya menjalankan tugas?

P E K A

Bercengkrama dengan salah satu anak yang sedang berwisata bersama keluarganya, Pulau Mansinam, Manokwari

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, peka diartikan sebagai mudah merasa, mudah bergerak dan tidak lalai. Kepekaan diartikan sebagai kesanggupan bereaksi terhadap suatu keadaan. Kepekaan sering kali diartikan sebagai kepedulian dalam konteks social. Sebagai contoh, peka terhadap teman yang kesusahan, peka terhadap lingkungan (tidak membuang sampah sembarangan), dan lainnya.

Berinteraksi dengan penduduk setempat membutuhkan kepekaan. Ketika berbicara atau mungkin merasakan kebutuhan orang tersebut. Saya sangat menyadari, bahwa kepekaan dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan. Kepekaan juga saya butuhkan ketika saya berbicara didepan banyak orang ketika memberikan informasi. Kepekaan itulah yang membantu saya, menilai apakah orang yang mendengarkan saya tertarik mendengarkan saya atau merasa jenuh

Tumpulnya kepekaan membuat kita tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga cenderung berjalan sesukanya.

Manusia dalam hidup Komunitas

Unsur pembentukan manusia menurut filsafat, berdasarkan buku Filsafat Manusia: Megenal Manusia dengan Filsafat, tulisan Zainal Abidin, 2006, salah satunya adalah Manusia dan Hidup komunitas.

Komunitas dapat diartikan sebagai perkumpulan atau persekutuan manusia yang bersifat permanen untuk mencapai tujuan umum yang diinginkan. Tujuan tersebut selalu merujuk pada nilai-nilai tertentu yang diingan bersama, seperti nilai kebaikan, keindahan, kerjasama dan sebagainya. Untuk mencapai tujuan tersebut individu akan berinteraksi atau bekerjasama. Melalui komunitas, kepribadian individu terbentuk dan ada nilai-nilai yang dijadikan pegangan dalam diri setiap individu.

Lalu apa konteks kepekaan dengan perjalanan saya?

Kepekaan mengajarkan saya untuk peduli dan mengingatkan saya untuk tidak melenceng dari rencana yang sudah saya buat sehingga dapat memperkecil kesalahan-kesalahan dalam melakukan pekerjaan yang saya lakukan.

Pelaku Usaha Perempuan di Manokwari

Kepekaan juga bisa mengubah sudut pandang saya tentang suatu komunitas atau keberagaman masyarakat di Indonesia. Kepekaan membuat saya belajar untuk merasakan, melihat dan mendengar sehingga saya bisa menikmati perjalanan saya sebagai suatu anugerah.